PPL Wadah Kepedulian Siswa terhadap Lingkungan

PPL (Program Peduli Lingkungan) SMP Negeri 2 Garut baru berusia lebih kurang tiga tahun.  Kalau dilihat dari usia mungkin bisa disamakan dengan bayi yang baru belajar berbicara.  Sudah bisa melangkah, berlari dan berbicara tapi belum selancar orang dewasa.  Namun, walaupun berusia relatif masih sangat bayi.  Kiprahnya dalam pengelolaan linkungan di SMP Negeri 2 Garut tidak bisa dibilang kecil.  Terbukti pada tahun 2015, SMP Negeri 2 Garut telah bisa meraih Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2015 Dari Menteri Lingkingan Hidup Dan Kehutanan RI Serta Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI dan berprestasi dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2015.

Program yang akan dilaksanakan oleh pengurus PPL SMP Negeri 2 Garut pada tahun 2017/2018 akan lebih ditekankan pada kepedulian dan kecintaan mereka terhadap lingkungan. Diantaranya adalah program penghijauan, pembuatan kompos, pembuatan biopori, pemanfaat ruang kosong untuk perluasan vertical garden, rumah kaca, hidroponik sederhana dan lain sebagainya.

Seluruh program yang diagendakan optimis bisa tercapai. Mengingat sumber daya yang dimiliki siswa dan sekolah sangat potensial secara materi maupun sumber daya manusianya. Agar lebih memperluas kemampuan anggota PPL maka dalam program tahun 2017/2018 akan dikembangkan pula untuk penguasaan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), IMPK (Ilmu Medan dan Peta Kompas),Tali Temali, PerbanyakanTumbuhan, dan Peningkatan Karater  Anggota PPL melalui pelatihan Etika.

Dengan program di atas diharapkan anggota PPL SMPN 2 Garut, tidak hanya peduli terhadap lingkungan yang bersifat alami (nature) tapi juga lebih peduli dalam bersosialisasi dengan sesama manusia dengan kemampuan intelektual, spiritual dan emotional quotien yang cukup mumpuni. Misalnya, bila ada temannya yang mengalami gangguan kesehatan tidak mengandalkan PMR tetapi mampu untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan kaidah P3K. Atau pada saat diminta bantuan oleh PMR dan Pramuka untuk melatih tali temali atau ke-P3K-an anggota PPL mampu melakukan dengan baik.

DESS

Guru biasa. guru bukan apa-apa. Moal nanaon, ngan rek nanaonan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *